Konyol Itu Indah
Kekonyolan yang menghidupkan semangat saya..
Kata ejekan yang membakar naluri saya..
Hina dan cacian yang sudah seperti sarapan saya..
Hanya pohon yang du pupuk dengan kotoran yang akan tumbuh subur yang akan
menjadi lebat, bukan pohon yang diberi bibit wewangian yang akan tumbuh,
mungkin bisa saja mati?
Menjerit? bukan sesuatu yang aneh bagi saya, atau bertanya mengapa ini
terjadi? itupuun sudah bukan barang yang langka di hidup saya.
Karena saya lahir dari kekonyolan, dari sebuah hinaan yang membentuk kata
sepakat dengan niat saya. Iyah , sepakat untuk melakukan kekonyolan itu?
Seberapa besar atau seberapa tinggi kekonyolan yang pernah anda bayangkan?
jangan ragu, dengan harapan itu. Manusia akan seperti mati ketika harapan
itu sudah tidak ada, harapan itu menjadikan motivasi kita untuk menggapainya.
Bukan hanya sekedar angan, tapi tindakan nyata. dari NOL sampai Finish itu yang
disebut Gol Spektakuler dalam hidup kita, walau dalam perjalanan mewujudkan
kekonyolan kita terdapat banyak krikil tajam yang menghujat kaki kita untyuk
melangkah. Tapi ingatlah lagu "badai pasti berlalu" heee...
Ah.. sakit sedikit dengan masalah yang datang tak apa, dibanding sakit
selamanya?
Kekonyolan itu telah merubah gaya hidup saya, gaya hidup yang acak-acakan
menjadi sedikit baik. hee.. karena masih proses untuk menjadi baik sekali.
perlahan saya membuktikan kepada teman-teman bahwa kekonyolan itu dapat
terwujud jika kita yakin dengan kekuatanNya. Iyah lah, so pasti kekuatan Allah
lebih dari segalanya, ibarat anda bernafas itu akan jauh lebih cepat pengabulan
yang Allah berikan atas keinginan yang kita minta.
Karena saya selalu yakin, ketika saya berjalan kepada Allah maka Allah akan
berlari ke hadapan kita. Bagaimana jika kita berlari kehadapanNya?
wah saya tidak menyangka bagaimana keajaiban yang akan Allah kasih pada
kita.
Kekonyolan hidup yang pernah saya ucapkan kepada beberapa teman itu terbukti
bahwa tidak ada hal mustahil bagiNya. Karena manusia diberia akal tetapi yang
menciptakan akalnya adalah yang Maha Kuasa.
Pertanyaannya adalah bukan bagaimana Allah mengabulkannya, tetapi bagaimana
kita denganNya....