Menoleh DI 2008
Larut dalam angan-angan
masa lalu, mengkhayalkan seandainya itu terulang lagi, dan selalu
bersedih dengan kejadian yang menyesakkan dada hanyalah pekerjaan orang
bodoh dan gila. Jika dibiarkan, hal itu akan memadamkan bara motivasi
dan membabat habis harapan masa depan.
Orang yang cerdas justru akan
melipat rapat kenangan masa lalu, tidak akan dilihat lagi. Ditutup dalam
memori yang harus dilupakan, tidak akan dibuka lagi untuk selamanya.
Kenangan pahit itu bagaikan seorang penjahat yang akan diikat dengan
tali rantai yang kuat dalam ruang penjara, tidak akan pernah dikeluarkan
lagi selamanya. Sang penjahat akan ditutup rapat sehingga tidak lagi
dapat melihat kebebasan yang ada di luar. Sebab, kenangan telah berlalu
dan usai. Tidak ada kesedihan itu telah berlalu dan usai. Tidak ada
kesedihan dapat mengembalikan masa lalu. Tidak ada kesusahan dapat
memperbaiki masa lalu.
Tidak ada duka yang dapat menyembuhkannya
lagi. Tidak ada kemarahan yang dapat menghidupkan lagi karena ia telah
sirna. Janganlah anda hidup dalam himpitan masa lalu! Janganlah Anda
hidup di bawah payung kenangan masa lalu! Selamatkan diri Anda dari
bayang-bayang
masa lalu! Dengan khayalan masa lalu, hanyut dalam
kesedihan dan penyesalan, membakar diri Anda dengan api kenangan, dan
melemparkan diri Anda dalam cercaan masa lampau hanya akan membuat hidup
Anda hina, berlumur kesedihan, mengerikan, menakutkan, dan mencekam,
tidak
ada lagi harapan.
Membaca lembaran baru dapat membuyarkan
harapan masa depan, mengoyak semangat yang mulai berkobar, dan
memporak-porandakan kesempatan yang menjemput di depan mata.
Semua
telah usai dan biarkan berlalu. Tidak ada gunanya kita memeriksa nestapa
jaman. Tidak ada gunanya kita memutar balik cerita lama. Orang yang
selalu mengulangi masa lalu bagaikan menggiling tepung, kemudian dia
sendiri yang hancur. Bagaikan menggergaji kayu, namun dia sendiri yang
terpotong. Dulu, mereka berkata kepada orang yang
menangisi masa lalu, "Orang yang mati tidak akan kembali lagi dari kuburnya".
Kelemahan
kita hanyalah karena kita tidak berani menghadapi masa lalu. Kita
hanyut menyesali bangunan rumah kita yang runtuh dimakan waktu.
Seandainya saja manusia dan jin berkumpul bekerjasama untuk
mengembalikan masa lalu, pastilah mereka tidak akan mampu karena itu
sungguh tidak mungkin, mustahil bisa. Manusia seharusnya tidak lagi
melihat ke belakang kalau hanya untuk sebuah penyesalan. Janganlah
menoleh ke belakang karena angin selalu berhembus, air selalu mengalir,
kafilah juga berjalan terus ke depan, janganlah kau ingkari garis hidup
ini.
-Untukmu Masa STM Ku'08-