H U J A N
Derasnya air hujan mengguyur semangat di sore hari, semangat hidup yang penuh perjuangan. Melihat berbagai kejadian di kala hujan bagaikan melihat pigura yang asik bergantung di dinding kamar. Teringat kembali separuh tahun yang lalu, ketika kemustahilan mencoba saya tepis. Bahwa pembuktian kemustahilan harus di alami oleh dirinya sendiri. Iyah karena mustahil itu hanya milik orang yang tidak mempunyai tujuan.
Ketika hujan diterjang, dikala yang menemani hanya secerca keyakinan bahwa saya harus bisa membuktikan pada hujan bahwa saya mampu melewati rintangan air ini hanya dengan tekad. Suatu ketika di dalam derasnya air saya mulai bercanda di dalam hati, saya pun berucap centil "andai saya mempunyai IP yang baik ketika selesai semester nanti, empat juga boleh lah".
Ketika itu hanya seyum kecil yang saya lontarkan, dengan penuh yakin saya berharap itu akan terjadi.
Dua minggu kemudian, Ujian semester pun menghampiri, pikiran dan prasaan ini mulai bergejolak untuk meraih yang terbaik. Karena catatan di dalam binder saya kosong, terpaksa pontang panting mencari catatan yang lengkap pada kawan seperjuangan saya..maklum mahasiswa malas catat, hee..
Malas sekali ketika dosen menerangkan untuk di catat, ah anggap ku yang penting action saja lah. Setelah semuanya berlalu, datanglah sebuah hari dimana saya dihadapkan pada soal ujian tersebut. Tiga hari yang mematikan telah saya jalani dan kami semua menjalani sampai akhir.
Akhir semester saya teringat perkataan saya, dikala hujan dulu. Saya akan membuktikan bahwa saya pun mempunyai hak untuk mempunyai nilai sempurna. Satu minggu berlalu setelah hari tersebut, kami pun dibagikan Nilai pada setiap mata kuliah, jantung ini serasa ingin perang dengan pikiran pada saat itu, ketika saya mencoba buka satu persatu nilai, yang tercantum di dalam kertas buram berwarna coklat itu. Apakah ini benar tanyaku... apakah saya tidak sedang bercanda??
Deretan nilai A mewarnai buramnya kertas itu, nyata... ini tidak mustahil, IP saya ternyata 4,00 yang mengantarkan saya tersudut dalam syukur yang teramat dalam pada Allah.
Hujan.. iyah saya berikrar dengan pencipta dikala hujan, karena saya meyakini "doa dikala hujan itu mustajab". Mudah-mudahan ini bukan sebuah kesombongan, tetapi sebuah tata krama kehidupan didalam mengarungi semangat yang banyak diselimuti kabut kemustahilan.
Banyak kejadian didalam air hujan dalam hidup ini, ketika kita mampu melewatinya. Lewati lah hujan dan katakanlah "saya mempunyai keingnan" katakanlah keinginanmu dan bantai segala rasa ragu didalam benakmu..
Dahsyatkan hidupmu!!!